Dulu, Ariel kecil suka banget sama yang namanya keluyuran. Sejak SD, bermain bola sepulang sekolah sudah menjadi sebuah kewajiban sebelum matahari tenggelam. Terlepas dari bermain bola, bermain kelereng, petak umpet, layang-layang, hingga bersepeda keliling kota pahlawan merupakan sebuah rutinitas yang sepertinya tak kalah penting di masa itu. Bermain game baik Playstation, Nintendo, hingga game online juga merupakan kegiatan yang tak terlewatkan. Satu hal yang kala itu masih teringat sebagai kenangan. Saat kawan mengajak Ariel kecil pergi ke warung internet (warnet), ia berkata bahwa "tidak usah membawa sepeda, kita jalan saja, dekat" namun Ariel menjawab dengan entengnya "tidak apa-apa, daripada jalan cape sendiri". Dalam benak tak memiliki firasat apapun, namun sepulang dari warnet sepeda yang mereka parkir tidak ada di tempat. kaget. bingung. sedih. senang (karna setelah lama bermain game online, euforia-nya masih terasa). Perasaan menjadi campur aduk. Hanya satu yang terlintas dalam pikiran "dimarahin mama papa ga ya?" hahaha dasar anak-anak.
Singkat cerita, memasuki SMP menjadikan Ariel kecil senang bermain. Kali ini, keluyuran tidak hanya bersama kawan SD, melainkan kawan SMP yang ternyata juga banyak memiliki kebiasaan yang sama. Hobi yang sama dan game yang sama. Dalam akademik, memang sedikit terkejut karna perbedaan kurikulum yang digunakan. Namun, dengan banyak keluyuran saat SD, ternyata menyebabkan adanya keunggulan dalam suatu mata pelajaran, yaitu bahasa inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) karena saat menimba ilmu, bentuk visualisasi sudah tercipta di dalam otak. Game online mengajarkan Ariel kecil untuk lebih dahulu mengerti kosa kata dalam bahasa inggris hingga pelafalan yang harus diucapkan dengan benar sebagaimana game yang pernah ia mainkan. Berkeliling kota dan melakukan permainan lain dapat menambah wawasan serta membiasakan otak untuk terus mengingat dan berpikir logis. Dalam sudut pandang orang lain kegiatan yang dilakukan Ariel kecil mungkin salah, namun ternyata itu bermanfaat untuk dirinya selagi ia mampu memahami dan mengerti cara mengaplikasikan pengetahuan yang ia peroleh.
Komentar
Posting Komentar